Sabda Nabi S.A.W "Sampaikan dari Ku walau pun satu ayat"

Buku Pelawat

Topik Panas

Isnin, Oktober 27, 2008

Malaikat Mu

Suatu hari seorang bayi siap untuk dilahirkan ke dunia... Dia bertanya kepada Tuhan : " Para malaikat disini mengatakan bahawa besok Engkau akan mengirimkan saya kedunia, tetapi bagaimana cara saya hidup disana; saya begitu kecil dan lemah ?" Dan Tuhan menjawab: "Aku telah memilih satu malaikat untukmu. Ia akan menjaga dan mengasihimu ." Bayi bertanya lagi: "Tetapi disini; didalam syurga ini, apa yang saya lakukan hanyalah bernyanyi, bermain dan tertawa...Inikan sudah cukup bagi saya untuk berbahagia." "Malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari. Dan kamu akan merasakan kehangatan cintanya dan menjadi lebih berbahagia" "Dan bagaimana bisa saya mengerti disaat orang-orang berbicara kepada saya jika saya tidak mengerti bahasa mereka ?" "Malaikatmu akan berbicara kepadamu dengan bahasa yang paling indah yang pernah kamu dengar; dan dengan penuh kesabaran dan perhatian. Dia akan mengajar kepadamu cara berbicara." "Dan apa yang akan saya lakukan saat saya ingin berbicara kepadaMu ?" "Malaikatmu akan mengajarkan bagaimana cara kamu berdoa" "Saya mendengar bahawa di Bumi banyak orang jahat. Siapa yang akan melindungi saya ?" "Malaikatmu akan melindungimu; walaupun hal tersebut mungkin akan mengancam jiwanya" "Tapi, saya pasti akan merasa sedih kerana tidak melihatMu lagi" "Malaikatmu akan menceritakan kepadamu tentang Aku, dan akan mengajarkan bagaimana agar kamu bisa kembali kepadaKu; walaupun sesungguhnya Aku akan sentiasa disisimu" Disaat itu, Syurga begitu tenang dan heningnya sehingga suara dari Bumi dapat terdengar, dan sang bayi bertanya perlahan : "Tuhan, jika saya harus pergi sekarang, bisakah Kamu memberitahuku nama malaikat tersebut ?" "Kamu akan memanggil malaikatmu itu: " IBU " Ingatlah sentiasa kasih sayang dan pengorbanan ibu. Berbakti, berdoa dan cintailah dia sepanjang masa..... Dialah sesatunya harta yang tiada galang gantinya dunia akhirat... Dan untuk para ibu, ingatlah kisah ini dikala kamu hilang sabar dengan karenah anak-anak yang sedang membesar....sesungguhnya Syurga itu dibawah telapak kakimu... Sucikanlah 4 hal dengan 4 perkara : 1) Wajahmu dengan linangan air mata keinsafan, 2) Lidahmu basah dengan berzikir kepada Penciptamu, 3) Hatimu takut dan gementar kepada kehebatan Rabbmu, dan dosa-dosa yang silam 4) Di sulami dengan taubat kepada Dzat yang Memiliki mu." From: Razlita Rezali

Jumaat, Oktober 03, 2008

KELEMAHAN DEMOKRASI MEMILIH PEMIMPIN (Sambungan)

Orang orang sekular memandang tujuan melantik pemerintah ialah untuk jalankan kehendak kehendak rakyat.Sebab itu mereka dinamakan wakil rakyat. Sedangkan dalam Islam, pemerintah bukan wakil rakyat.tetapi wakil ALLAH atau Khalifatullah. Untuk jalankan pemerintahan menurut cara yang ditentukan oleh ALLAH. Kedua dua pandangan ini mempunyai maksud, cara dan matlamat yang amat berbeza.

Biasa nya pemimpin atau pemerintah yang di tunjuk oleh jari (undi) mereka tidak di cintai dengan kasih murni dari hati. Kasih rakyat kepada mereka kalaupun ada adalah kerana kepentingan kepentingan tertentu saperti jawatan, gaji atau subsidi yang di harapkan. Ketaatan yang di beri cuma waktu di depan.Di belakang mereka, rakyat menipu, mengutuk dan menderhaka.

Sebab itu pemimpin begini, kalau tersilap atau tersalah sedikit akan di hentam, di caci maki dan di jatuhkan. Rakyat mudah melupakannya apalagi kalau sudah tidak berkuasa. Baru pencen saja, hidup mereka sudah jadi terbuang tersisih dan terhina..Bila mereka mati terus di lupakan orang. Walhal pemimpin pemimpin Islam, maqam nya di ziarahi walaupun sudah beribu beribu tahun.Kalau beginilah rupanya demokrasi Barat, untuk apa lagi ia di pertahankan dan di perjuangkan? Kalau sudah nyata ianya kotor, buruk dan jahat, mengapa di ikut?

Satu lagi kelemahan demokrasi ialah ia memungkinkan terlantik nya musuh untuk jadi pemimpin. Yakni musuh atau kuncu kuncu musuh melobi untuk menjadi calon. Saperti terjadi di Iraq dan Afganistan, dimana kuncu kuncu Amerika di pilih menjadi pemimpin kepada rakyat.

Bagi orang orang yang mencintai kebenaran, mereka tentu mencari cari satu cara baru yang suci, bersih dan mulia. Apakah tidak ada lagi di dunia ini kebenaran dan kemulian sehingga manusia terpaksa bergelumang dengan najis dan kejahatan ideology demokrasi? Jawabnya ada, iaitu ISLAM. Kebenaran mutlak yang datang nya dari ALLAH termaktub dalam Al Quran, terserlah dalam Sunnah Rasulullah SAW dan perjalan Khulafar Rasyidin.

Satu persoalan lagi. Betul kah wakil rakyat itu memwakili rakyat? Kalau rakyat di kawasan itu ialah petani , hidup ala kadar, inginkan pembelaan hidup dan mahukan pemimpin yang berjuang untuk kebaikan hidup mereka dunia dan akhirat, apakah wakilnya juga membawa identiti dan hasrat yang sama? Atau pemimpinnya pergi membawa identiti dan hasrat perbadinya yang telah diperolehi hasil amanah rakyat yang di khianatinya? Bukankah ia sudah berlagak menjadi orang kaya dan orang besar, yang cakap pun besar dan mahu memperjuangkan lagi kebesaran dan kekayaannya itu? Itu lah yang berlaku sekarang. Rumah rumah wakil rakyat bagaikan istana tersergam berpagar di tengah tengah rumah rumah kayu rakyatnya. Kereta wakil rakyat bagaikan singa melintasi deretan rakyat yang berjalan kaki atau berbasikal. Makan minum dan pakaian wakil rakyat adalah sesuatu yang mustahil dapat di rasai oleh rakyat.Gayanya itu ialah seolah olah wakil dari kalangan orang orang kaya dan raja raja, bukan lagi mewakili rakyat yang serba dhaif dan sederhana.

Pelik, wakil rakyat patutnya betul betul macam rakyat. Ia bayangan rakyat untuk suarakan hasrat rakyat.Bagaimana boleh bayang bayang lain dari objeknya.Suaranya pun sudah lain.Salah gunakan amanah rakyat.Sudah khianat dan zalim dengan tugas yang dipikulkan oleh rakyat.Hal ini mesti disedari oleh kita semua. Supaya segala penyakit masyarakat dapat dikenal pasti untuk mengubati demi tercapai masyarakat idaman yang aman, makmur, dan mendapat keredhaan Allah.

Selain dari pemilihan pemimpin cara undi rakyat ini, ada satu lagi cara kenaikan pemimpin di buat. Iaitu cara DIKTATOR yang dimana ianya lebih jahat dan kejam.

Sumber: Khazanah Cikgu Ku

Rabu, Oktober 01, 2008

KHUTBAH HARI RAYA IDIL FITRI TAHUN 2008/1429

OLEH: SHEIKH ASAARI MUHAMMAD

PENGERUSI IKHWAN GLOBAL SDN BHD

Saudara-saudari sidang jemaah yang dihormati.

Bulan Ramadhan sudah pergi meninggalkan kita maka selesailah sudah puasa dan ibadah kita selama sebulan dan pagi ini mari sama-sama kita renungkan apakah hasil yang kita dapat daripada Ramadhan tahun ini. Sebulan kita berpuasa. Puasa artinya mengekang nafsu. Bukan saja nafsu makan dan nafsu seks tapi juga nafsu yang jahat jahat, yang difirmankan oleh Allah dalam Al Quran: Sesungguhnya nafsu Amarah itu sangat mengajak kepada kejahatan.(Yusuf 53) Di antara nafsu yang jahat itu ialah sombong, takabbur, pemarah, bakhil, hasad dengki, gila dunia, ujub, riak, gila kuasa, dendam, buruk sangka, bohong, mengampu, keluh kesah, gopoh gapah, tidak redha, tidak sabar dengan takdir, mementingkan diri sendiri, tamak, degil, tidak tolak ansur, tidak timbang rasa, mencerca, mengumpat dan lain-lain lagi.

Nafsu-nafsu ini senantiasa ada malah sudah menjadi perangai tetap kita. Sepanjang bulan puasa, adakah kita berpuasa dari mengikut kehendak-kehendak nafsu itu? Adakah kita lawan rasa ujub yang mengajak kita menuhankan diri sendiri. Lawan rasa riak yang dengannya membuatkan orang iri hati dengan kita. Lawan sifat sombong, takabbur dan ego yang karenanya orang tersinggung dan kecil had dengan kita. Lawan sifat bakhil yang adanya membuatkan orang benci dengan kita. Lawan sikap tidak sabar dan keluh kesah dan gopoh gapah yang selalu membuatkan orang cacat hati dengan kita. Lawan sifat tidak redha yag selama ini membuatkan kita tidak puas dengan ketentuan Allah. Lawan sifat tidak bertimbang rasa yang karenanya boleh menjadikan orang kecewa dengan kita.

Lawannya adalah sifat suka berdusta, yang membuatkan hilang kepercayaan orang kepada kita. Lawan sifat mementingkan diri sendiri yang selama ini membuatkan orang sakit hati dan dengki dengan kita. Lawan perangai suka mengumpat dan mencerca orang yang boleh menghilangkan ukhwah lslamiah antara kita. Itulah mujahadatunnafsi (melawan hawa nafsu). Satu amalan yang hukumnya fardhu ain bagi setiap kita. Artinya melawan hawa nafsu ini wajib kita lakukan, setiap masa, setiap ketika. Lebih-lebih lagi di bulan puasa. Sudahkah kita melakukannya dan sudahkan kita mendapatkannya.

Kaum muslimin dan muslimat yang berbahagia.

Sepatutnya sudah lama kita mempunyai akhlak yang baik yakni memiliki sifat-sifat mahmudah. Sebab bukan baru sekali kita berpuasa yakni melakukan latihan mujahadahtunnafsi ini. Sudah berpuluh tahun umur kita. Maknanya sudah berpuluh-puluh kalilah kita berpuasa dan melatih diri untuk melawan hawa nafsu. Kalaulah latihan itu dibuat dengan betul, tentu hasilnya sudah kita memperolehi. Tapi bagaimana perangai kita di saat ini? Ujub masih bersarang dalam hati setiap kita. Hingga kita rasa dri kita ini istimewa. Rasa ketuanan bahkan rasa keTuhanan. Karena itu kita tidak rasa pun yang kita ini hamba. Hamba Allah yang hina dina, papa kedana, bodoh jahil, miskin melarat dan lemah serta kurang segala-galanya. Riak yakni menunjuk-nunjuk kelebihan dari samada kelebihan ilmu, kekayaan, darjat, bintang penghormatan masih menjadi kebanggaan hingga ramailah yang cemburu dan iri hati dengan kita. Ego, sombong, bongkak takabbur sudah sebati sungguh dengan perangai kita, hingga menjadi adat resam dan basahan harian. Sudah berapa banyak sikap dan cakap kita melukakan hati dan memalukan serta menjatuhkan maruah kawan. Hingga karena itu manusia bawa hati dan bawa diri pergi jauh dari kita. Rengganglah kasih sayang, rosaklah perpaduan, walaupun mulut memekik-mekik perpaduan ummah. Bakhil jadi mainan kita. Rezeki yang Allah lebihkan kepada kita, kita catu-catukan untuk diri dan klik sendiri saja. Hinggakan orang lain rasa terhina dan benci dengan kita. Maka jadilah kita keluh kesah dan gopoh-gapah membuatkan orang cacat hati dan rimas dengan kita. Tidak timbang rasa dan tidak tolak ansur masih menjadi prinsip hidup kita. Kita rasa kita sajalah yang betul, yang pandai. Orang lain tidak perlu dan tidak berguna. Tidak payah dijaga perasaannya. Al hasil berapa ramai orang yang sudah kecewa dan putus harap dengan kita. Sifat mementingkan diri sendiri masih berakar umbi dalam tindakan kita. Kita hanya fikir kepentingan kita hingga tergamak mengorbankan kepentingan orang lain. Maka karena itu sudah ramai kawan kita sakit hati bahkan dengki dengan kita. Mengumpat, mencerca dan mengata adalah amalan tetap kita. Kelemahan dan kesilapan kawan kita ambil sebagai modal untuk menghina dan menjatuhkannya. Akibatnya ukhwah antara kita remuk-redam hancur berkecai. Pemarah, keras hati, degil, keras kepala adalah budaya hidup kita. Habis kita rempuh orang atas dan orang bawah kita. Hatta anak isteri pun tidak rasa bahagia dengan kita. Maka yang benci pada kita bukan saja musuh tapi termasuk juga isteri yang kita sayangi. Jahat sangka, mengadu domba, mengampu dan berdusta juga adalah tabiat asal yang masih jadi asam garam dalam amalan kita. Yang semuanya hanya akan membinasakan din kita dunia dan akhirat. Firman Allah: Demi jiwa serta penyempurnaannya. Lalu diilhamkan Allah kepadanya (jalan) yang salah dan (jalan) yang benar. Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan (jiwa)nya. Rugilah orang yang mengotorkannya. (As Syams: 7-10) Firman Allah lagi: Adakalanya orang yang berpuasa tapi tidak mendapat apa-apa pahala dari puasanya selain lapar dan dahaga. Kenapa terjadi demikian? Jawabnya ialah karena Iman kita lemah dan tidak bersungguh-sungguh melakukan mujahadatunnafsi. Bila hati tidak terasa benar-benar kehebatan Allah, maka rasa cinta, rasa malu, rasa takut, rasa gentar pada Allah dan rasa diawasi selalu oleh Allah tidak menguasai had dan fikiran kita, maka hati kita mudah dimasuki rasa-rasa lain seperti ujub, sombong, riak dengki, bakhil, putus asa, hampa kecewa iaitu bergantung pada situasi yang kita hadapi. Ketika kita dipuji orang karena sesuatu kejayaan, hati kita ddak terasa yang pujian itu sepatutnya untuk Allah, karena kejayaan yang kita perolehi itu adalah pemberian ALLAH Sebaliknya hati kita berbunga dengan pujian itu samada sedar atau tidak datanglah rasa hebat diri dan ujub pada hati, yang kemudiannya dilahirkan pada sikap dan anggota lahir kita. Tapi hati yang berisi kental, setiap pujian diterimanya dengan perasaan malu pada Allah, sebab Allah lah yang memberi nikmat itu padanya. Dirasainya dirinya hanya hamba yang hina-dina, miskin melarat dan jahil sejahilnya di sisi Allah SWT. Maka dengan itu selamatlah hatinya daripada tipuan hawa nafsu dan syaitan.

Saudara-saudari yang dikasihi sekalian. Nyatalah sudah bahwa kita tidak mendapat apa-apa pun dari Ramadhan-Ramadhan yang datang dan pergi selama ini. Puasa tapi sebenamya tidak berpuasa. Inilah agaknya yang dimaksudkan oleh Rasulullah dengan sabdanya: Ketika orang yang mengejinya atau ketika kesusahan menimpanya, orang yang hatinya kuat dan senantiasa dengan Allah akan segera teringat ujian itu juga pemberian Allah. Allah bermaksud hendak menghapuskan dosanya atau mengangkat darjatnya. Karena ujian itu diterima dengan sabar dan redha. Karena itu hatinya tidak dapat dimasuki rasa putus asa, kecewa dan menderita dan lain-lain mazmumah. Begitulah kemampuan Iman. Dia boleh menyelamatkan had dari ditipu daya oleh hawa nafsu dan syaitan. Sebaliknya kalau Iman tidak terasa di hati, had tidak berisikan rasa cinta dan takut pada Allah. Maka walau siapapun kita tentu tidak boleh selamat dari kejahatan nafsu dan syaitan seperti ujub, sombong, bakhil, riak dan lain-lain. Sidang hadirin-hadirat yang mulia. Untuk mendapatkan Iman kita mesti sedar akan kebesaran Allah, kegagahan-Nya dan kekuasaan-Nya. Renungkan ciptaan dan pentadbiran Allah yang Maha dahsyat dan hebat. Dan siapa kita? Hanyalah setitis air mani yang diproses dengan diraut-raut dan dibentuk-bentuk mengikut kehendak-Nya. Dan alangkah agungnya Tuhan. Maka takut, gerun dan gentarlah hati terhadapnya. Rasailah yang kita hanya hamba. Hamba yang boleh dipandai dan dibodohkan. Dikaya dan dimiskinkan. Dimuliakan dan dihmakan. Sebagaimana firman Allah: Allah menciptakan kamu dari tanah, kemudian dari setitis air mani. Kemudian menjadikan kamu berpasang-pasang.(Faathir: 11) Firman-Nya lagi: Engkaulah yang memberi kekuasaan pada siapa yang Engkau kehendaki. Engkaulah yang rnemuliakan dan rnenghinakan. Pada kekuasan-Mu itulah kebaikan. Sesungguhnya Engkau pada setiap sesuatu Maha Berkuasa.(Ali Imran: 26) Segala yang ada pada kita hanyalah amanah dan simpanan yang akan dituntut semula di Yaumil Mahsyar. Kalau begitu tiada apaapa istimewanya kita ini. Jndi bagaimana kita boleh pandang rendah, menengking, mengherdik dan membenci orang lain? Bagaimana boleh sewenang-wenang dengan harta kekayaan di dunia? Bagaimana boleh membanggakan dm dan rasa selamat dari hukuman Allah? Bagaimana kita boleh berleluasa menggunakan kuasa kita? Bila terbuat dosa, maka hati yang beriman akan segera teringat dahsyatnya api neraka. Tergambar di ruang mata bagaimana nanti malaikat yang garang dan sombong akan menyergah dengan bengisnya, menginjak-ginjak dengan kerasnya dan menyiat-yiatnya daging-daging kita lantas dicampakkan dan dijunamkan jauh jauh ke neraka. Maka api pun menyambar kita bagai menyambar daun kering, membakar hati kita dan dalam seluruh badan kita. Begitulah kesakitan dan kehinaan yang terpaksa ditanggung akibat di dunia menyimpan dan melayan mazmumah. Firman Allah: Dan ingatlah hari ketika orang kafir dihadapkan pada neraka, dikatakan pada mereka bukankah azab itu benar? Mereka menjawab, ya benar, demi Tuhan kami. Allah berfirman maka rasakanlah azab ini disebabkan kamu selalu engkar.(Al Ahqaaf. 34) Segala kesombongan, bakhil, degil, tamak dan gila dunia pasti dibalas dengan kesombongan dan kedegilan serta kekasaran juga di akhirat nanti. Tetapi sekiranya kita bersusah-payah di dunia karena melawan mazmumah tadi, menghina dm, mementingkan orang lain, memaafkan, mengorbankan harta karena Allah dan di jalan Allah, maka kesusahan yang sementara itu akan dibalas dengan nikmat yang kekal abadi. Allah berjanji untuk menganugerahkan ganjaran istimewa pada orang-orang yang bersusah payah di dunia karena Allah. Syurga itu seluas langit dan bumi, dibuat daripada emas permata, intan berlian. sejenis buah di Syurga mempunyai bermacam-macam rasa. Bau sekuntum bunganya berjenis jenis wangian. Air-air minuman mengalir menjadi sungai. Dan perhiasan-perhiasan di dalamnya bersangatan indahnya. Begitu sekali Allah akan bayar segala pengorbanan yang kita tanggung, karena bermujahadah pada jalan Allah. Firman-Nya: Negeri akhirat itu Kami jadikan untuk orangorang yang tidak ingin menyombongkan diri dan membuat kerusakan di (muka)burni. Dan kesudahan yang baik itu adalah bagi orang-orang yang bertaqwa.{Al Qasas: 83)

Sidang jemaah sekelian. Bila rasa cinta pada Allah, rasa takut dan gerun dengan neraka Allah dan rindu dengan syurga Allah sudah benar-benar masuk ke hati, maka ia akan mendisplinkan dan mengawal serta mendorong kita terhadap tindakan-tindakan kita. Setiap kali terbuat dosa akibat dorongan nafsu mazmumah tadi maka rasa takut pada neraka akan membuat kita bertaubat sesungguh hati, yakni taubat Nasuha. Kita cemas kalau-kalau kesilapan itu berulang karena itu kita merayu pada Allah mengharapkan pertolongan-Nya untuk kita melawan nafsu kita. Hati senantiasa ingin membuat amal soleh sebanyaknya dengan harapan Allah mengurniakan rahmatNya yakni syurga. Segala mehnah dari Allah diterima sebagai penghapusan dosa atau peluang naik pangkat di sisi Allah SWT karena itu, diterimanya dengan sabar dan redha. Tiada keluh kesah dan kekecewaan dalam hidup, kejahatan lahir mahupun batin dicuba elakkan sedaya upaya. Dan masing-masing berlumba-lumba membanyakkan amal soleh, memberi khidmat dan membuat kebaikan.

Saudara-saudari sekelian. Mujahadatunnafsi mestilah dibuat atas dasar cintakan Allah, gerun dengan nerakaNya dan rindu pada syurga. Setiap kali nafsu kita merangsang untuk melakukan sesuatu kejahatan dan dosa-dosa maka ingatkan pada kemurkaan Allah, ugut dengan api neraka dan bisikan padanya nikmat syurga. Moga-moga dia ingat. Tapi jika masih terbuat lagi, bertaubatlah. Rasa kesal dan takut sungguh-sungguh dalam hati. Ingatlah hadis Qudsi yang bermaksud: Allah lebih menyukai rintihan orang yang bertaubat daripada zikir para wali. Kalaulah mujahadatunnafsi ini diulangi, buat setiap hari, maka hasilnya nanti perangai kita akan bertukar dari mazmumah kepada mahmudah. Dari dosa kepada pahala. Dari huru hara kepada harmoni dari sombong kepada tawadhuk. Dari bakhil kepada pemurah. Dari tidak berperikemanusiaan kepada bertimbang rasa. Daripada kemurkaan Tuhan kepada maghfirahNya. Bila ini terjadi, yakni segala mahmudah telah menjadi perangai kita semua, maka bukan kita saja yang baik dan selamat. Tapi masyarakat dan negara dengan sendirinya menjadi baik dan selamat, aman dan makmur serta mendapat keredhaan Allah SWT. Inilah yang Allah kehendaki dari firman-Nya: Negara yang aman makmur mendapat keredhaan Allah.(Saba' : 15) Tetapi sebaliknya bila individu dalam masyarakat dan negara itu jahat zahir dan batinnya maka jadilah apa yang terjadi dalam masyarakat kita ini. Krisis demi krisis. Perpecahan demi perpecahan. Ukhwah remuk-redam, hancur berkecai. Percampuran bebas muda-mudi hingga di upacara agama pun masih menjadi jadi. Perkataan bersih, cekap dan amanah bukan kata-kata keramat lagi. Perzinaan dan rogol masih berleluasa hingga di kawasan kawasan masjid, rumah Allah pun terjadi. Arak dan dadah masih merupakan najis-najis yang belum dapat dibersihkan lagi. Rasuah selaku peras ugut terhormat seolah-olah tidak dapat dibendung lagi. Penyalahgunaan kuasa sudah menjadi tradisi para penguasa. Kata mengata, fitnah memfitnah menjadi basahan harian. Kejahatan sendiri sudah tidak nampak lagi, tapi kesalahan orang lain walau kecil sekalipun diperbesar-besarkan. Ahli-ahli agama berbagga dengan kelulusan serta menakut-nakutkan rakyat dengan jawatan. Tiada pimpinan tunjuk ajar dan didikan yang berhikmah dan berkasih sayang ke arah menegakkan hukum Allah. Sebab itu mereka tidak dihormati. Tegasnya masyarakat kita belumlah boleh dikatakan masyarakat yang bahagia yang aman makmur dan mendapat keampunan dari Allah. Yang ada hanyalah pembangunan dan kemajuan kebendaan, itupun bukan milik mutlak umat Islam. Firman Allah: Akan ditimpa kehinaan di mana saja kamu berada kecuali kamu melakukan habluminallah dan hablumminannas.(Ali Imran: 112)

BAGIAN 2

Para hadirin-hadirat sekalian. Oleh karena bulan Ramadhan sudah pergi, maka pagi ini kenalah kita menyambut kedatangan Idul Fitri walaupun berhari raya dan bergembira itu bukannya layak bagi kita. Peerah seorang salafussoleh tidak merayakan Hari Raya dengan alasan dia tidak berjaya dalam mujahadatunnafsi sepanjang Ramadhan yang berlalu. Maka bagi kita pula marilah kita bersyukur di pagi,ini karena pintu taubat masih terbuka untuk kita. Rayakan Idul Fitri ini dengan bertaubat sebanyak-banyak taubat. Kemudian sembahyang, berdoa, berzikir, tasbih, tahmid dan takbirlah sebanyak-banyaknya. Bolehlah bersalam-salaman, bermaaf-maafan dan saling berziarah tapi jangan sampai berketawa ria dan berpesta menjamu selera hatta berpoya-poya. Semuanya itu sangat menggemuk dan merangsangkan nafsu untuk lebih menuhani kita. Moga-moga nafsu kita tidak berpeluang untuk melalaikan dan menipu serta menjauhkan kita daripada Allah SWT. Selama ini kita kononnya sudah sedar, sudah ingin membaiki diri karena itu kita rela meninggalkan maksiat-maksiat lam. Tapi kemanakah kita pergi sebenarnya? Jawabnya, kita lari dari satu dosa kepada dosa lain. Dari kejahatan lahir kepada kejahatan nafsu amarah dan lauwamah yang mana kejahatan dan keburukannya lebih dahsyat lagi. Artinya kita belum selamat lagi. Kita belum jumpa dan belum tempoh lagi jalan jalan ke syurga yang mana jalannya penuh ranjau dan duri mengait, seperti sabda Rasulullah: Di kelilingi Neraka oleh perkara-perkara yang digemari nafsu. Dan di kelilingi Syurga oleh perkara yang dibenci. Memang mujahadatunnafsi itu adalah pahit, susah dan payah sekali. Nilai kesusahannya adalah sepadan dengan nikmat syurga yang maha lazat dan manis. Maka hendaklah kita mencuba dan berlumba-lumbalah untuk merebut peluang istimewa ini.

Kaum muslimin-muslimat yang dihormati sekalian. Mulai hari ini marilah kita berjuang dan berperang. Berjuang untuk membentuk diri dengan tiga kekuatan. Kekuatan jiwa, kekuatan mental dan kekuatan fizikal. Inilah senjata untuk kita memerangi musuh utama kita, iaitu nafsu dan syaitan. Peperangan ini adalah peperangan paling besar kata Rasulullah. Jauh lebih besar dan dahsyat dari peperangan Badar. Yang mana kalaulah kita berjaya menewaskan kedua-duanya, musuh-musuh lahir seperti Yahudi, Nasrani dan Komunis dan Sekularis ini akan menjadi mudah untuk dihadapi.Kita bangunkan kembali iman dan ukhwah dan keselarasan di kalangan ummah. Inilah kekuatan asas bagi masyarakat atau jemaah. Kemudian kita perjuangkan tegaknya kebahagiaan masyarakat iaitu barisan pembesar dan penguasa yang adil. Ulama yang mendidik dan memberi nasihat kepada umat. Si kaya yang pemurah, jadi bank kepada masyarakat. Si miskin yang redha dan sabar, tidak meminta-minta dan mencari. Rakyat dan pengikut yang taat. Suami yang bertanggungjawab. Isteri yang malu dan suka berkhidmat. Anak-anak yang patuh. Gadis-gadis yang sangat menjaga maruah dan pemuda yang beri tenaga untuk membangunkan masyarakat. Kita usahakan agar semuanya dilakukan karena cinta pada Allah dan ingin mencari keredhaanNya. Seterusnya kita perjuangkan pula agar tertegaknya pembangunan, ekonomi, kenderaan dan alat-alat perhubungan dan apa-apa juga keperluan dan kemudahan hidup sebagai alat dan keselesaaan hidup ummah.

Saudara-saudari sekalian. Kalaulah sempat kita melakukan itu semua, iaitu membina kekuatan, kebahagiaan dan alat kemudahan ummah, maka perjuangan kita akan menghala kepada terbentuknya satu rupa masyarakat yang tidak ada di mana dan bila-bila sebelum ini, kecuali di zaman Rasulullah dan salafussoleh. Waktu itu Islam akan dipuja dan dijunjung kembali oleh manusia sedunia. Dunia yang sunyi dari peperangan, pergaduhan, perpecahan dan sebarang kejahatan. Dan moga-moga kita kembah menjadi tuan-tuan dan penguasa-penguasa di bumi seperti mana datuk nenek kita iaitu para salafussoleh yang pernah menjawatnya dulu. InsyaAllah. Moga-moga jadilah kita hamba-hamba yang Allah redhai, yang layak menduduki SyurgaNya. FirmanNya: Allah Taala telah berjanji kepada orang lelaki mukmin dan orang perempuan mukmin iaitu syurga yang mengalirnya di bawahnya sungai-sungai hal keadaan mereka kekal di dalamnya dan juga tempat tinggal yang baik di dalam syurga Jannatul Naim. Keredhaan Allah itu adalah lebih besar dan itulah dia kemenangan yang maha besar. (Surah At Taubah: 72)

Selasa, September 30, 2008

KELEMAHAN DEMOKRASI MEMILIH PEMIMPIN

BILA orang itu mencalonkan diri untuk jadi pemimpin dalam keadaan orang belum yakin dengan kebolehannya, kerana belum terbukti yang ia adalah pemimpin, maka kenalah ia berlakon lakon dan menunjuk nunjuk yang dia seorang yang layak jadi pemimpin.Ia akan mengangkat angkat diri dan membuat janji janji manis yang tiada jaminan untuk dilaksanakan. Kenalah juga menghina hina pihak lawan yang mencabar pencalonannya. Kerana takut kalah, demi mendapatkan undi, kerja kerja melobi dan membeli undi terpaksa dilakukan.Perebutan sengit ini tidak mungkin selamat dari riak, ego,ujub, sombong, benci, dendam, berang, tipu, berpura pura, hasad dengki, menyebut nyebut dan berjanji palsu dan lain lain mazmumah.Ia juga akan memfitnah, mencerca, mengata mengata dan lain lain. Alang kah kotor nya laluan ini. Alangkah bahaya nya dan jahat nya. Orang Barat pun mengakui dengan ungkapan Polltic is a dirty games.Dan malangnya pemimpin pemimipin dari parti parti Islam turut bermain sama.(kerana terpaksa!!!???).Yang kalah akan rasa terhina dan yang menang membusung dada.Rasa dendam tidak akan terhakis dari jiwa mereka.Kepimpinan begini mustahil akan dapat mewujudkan perpaduan yang murni dan kerjasama yang baik.Pemimpin akan sepanjang masa merasa pimpinannya sentiasa ditentang dan kedudukannya terancam.Lalu dia akan sentiasa mencari jalan untuk mempertahankan kedudukan.Tugas kepimpinan jadi barang yang diperebutkan demi kepentingan peribadi dan duniawi semata mata. Demi mempertahankan kerusi, pemimpin sanggup pula buat apa saja sekalipun menindas dan menipu, mengugut ugut dan menghukum. Pihak lawan akan di anak tiri kan dan penyokong nya terpaksa di jaga hati nya.Kehendak penyokong kena di tunaikan sekalipun hati sendiri tidak setuju. Ertinya rakyat yang tentukan corak pemerintahan. Pemimpin ikut saja.Maklumlah dia wakil rakyat dan bukan wakil ALLAH. Sering berlaku dua parti yang berbeza dasarnya, bekerjasama untuk menentang parti pemerintah yang juga berbeza dasarnya.Mengapa sekarang boleh menyokong seseorang dan menentang seorang yang lain? Sedangkan kedua duanya tidak sebulu. Itu tandanya orang itu berjuang bukan untuk mempertahankan dasarnya, tapi bermotif untuk menang dan dapat kedudukan. Pemerintah yang naik melalui sesuatu parti politik pasti tidak selamat dari sentimen kepartian. Yakni ia akan utamakan orang orang partinya dengan menganak tiri rakyatnya yang lain yang tidak separti dengannya. Sudah tentulah golongan golongan lain tidak puas hati. Keadilan dan perpaduan sebenar tidak dapat ditegakkan selama lamanya.Walau ia sentiasa melaung laungkan "keadilan!" Hal ini berlaku di mana mana dalam negara yang mengamalkan demokrasi Barat ini.Parti pemerintah belum terbukti dapat membuatkan semua atau majoriti rakyat mengiktirafkan dan membantu dasar yang di perjuangkan. Sedangkan dalam pemerintahan Islam, orang bukan Islam pun terima dan bekerjasama menjayakan kemajuan. Sumber: Cikgu Ku

Isnin, September 29, 2008

AMARAN TUHAN BUAT UMAT ISLAM

Tuhan telah berjanji pada manusia, samada janji yang positif maupun yang negatif. Janji itu pasti ditunaikan-Nya. Itulah dia sifat2 Tuhan, bila Dia berjanji pasti ditunaikan. Samada janji positif maupun negatif. Kalau janji yang positif maka untunglah, kalau yang negatif malanglah. Janji pasti ditunaikan oleh Tuhan.

Satu ayat Qur'an yang terjemahannya :

"Apakah kamu hanya percaya pada setengah Qur'an, dan kamu ingkar kepada setengah (bahagian) yang lain, tidak ada orang yang melakukan yang demikian itu di kalangan kamu melainkan hina hidupnya di dunia, dan di akhirat kelak akan dihubamkan kepada azab yang maha pedih. Sesungguhnya Tuhan tidak lupa apa yang kamu lakukan."

Ini janji Tuhan yang negatif untuk umat Islam. Tuhan kata isi Qur'an itu bilamana setengah diambil tapi setengah tidak, setengah diambil setengah ditolak, maka janji Tuhan, orang itu akan dihina di dunia. Bukan setakat dihina di dunia sahaja bahkan di akhirat akan dihumbam ke Neraka. Ayat ini sangat menakutkan. Ayat ini betul2 dituju pada umat Islam hari ini. Dan janji Tuhan itupun telah menimpa atas kepala umat Islam hari ini. Mari kita lihat benar atau tidak.

Ayat ini kita kuliahkan di waktu kita sedang merayakan kemerdekaan.

Dulu umat Islam tak kira apa bangsa : Arab, Pakistan, Indonesia, Melayu, dll semua pernah dijajah. Kemudian berjuang untuk kemerdekaan dengan tujuan untuk merdeka, supaya :

  • berdaulat,
  • boleh bersatu,
  • kuat,
  • boleh hidup berdikari di bumi sendiri.
  • boleh hidup mengatur diri sendiri.
  • tidak digugat oleh bangsa lain. Kalaupun kita tak boleh menggugat orang, tapi setidaknya kita tak boleh digugat oleh orang lain.

Itulah tujuan umat Islam hendak merdeka, samada di Pakistan, Arab, Turki, Indonesia, Malaysia.

Tapi bila Tuhan beri kemerdekaan, kita tak menempuh jalan Tuhan. Kalaupun kita tempuh jalan Tuhan tapi hanya di aspek2 tertentu sahaja. Tapi di aspek2 yang lebih global kita tak ikut jalan Tuhan lagi. Mari kita kaji betulkah kita hanya tempuh jalan Tuhan di aspek2 tertentu saja dan betulkah umat Islam telah terhina seperti yang Tuhan janjikan itu.

Bila kita merdeka, bagi orang yang hendakkan Islam, hanya 2 aspek sahaja yang diambil. Itu bagi yang hendakkkan Islam. Bagi yang tidak hendak dengan Islam, dia tak ambil langsung aspek2 Islam dalam hidupnya. Jadi bagi yang mahu pertahankan Islamnya, dia ikut Qur'an tinggal dalam 2 aspek sahaja

  1. Aqidah, itupun aqidah 'cukup makan' sahaja
  2. Ibadah.

Umat Islam yang ada 2 aspek itupun hanya 10% dari keseluruhan umat Islam. 90% lagi hanya mengaku Islam tapi tak sembahyang, tak puasa, aqidahpun tak tahu.

Bagi yang hendakkan Islam pula, yang 10% tadi, di aspek2 yang lebih besar, apa yang telah terjadi pada dunia Islam?

  • Pendidikan

Pendidikan telah bertukar, daripada pendidikan Tuhan jadi pendidikan sekuler.

  • Perlembagaan hidup

Daripada negara yang sepatutnya menjadikan syariat Tuhan itu sebagai perlembagaan hidup tapi sudah ditukar dengan ideologi. Jadi syariat telah ditukar dengan ideologi

  • Jemaah

Patutnya umat Islam menegakkan jemaah Islam, tapi sudah ditukar dengan parti. Jadi jemaah ditukar dengan parti

  • Ekonomi

Patutnya ekonomi bersih dari riba dan monopoli tapi sekarang sudah ditukar jadi ekonomi yang ada riba dan monopoli

  • Kebudayaan

Patutnya kebudayaan bukan sahaja menghiburkan tapi bersih dan menghiburkan. Tapi sekarang kebudayaan sudah ditukar pada kebudayaan kotor dan menyesatkan.

Inilah yang sedang berlaku di semua negara Islam. Akhirnya, terjadilah apa yang dikatakan dalam ayat tadi, umat Islam terhina hidup di dunia. Kalau keadaan kekal seperti ini maka di akhirat semua masuk neraka. Tuhan tidak lupa, tidak lalai dengan apa yang dibuat umat Islam masa ini.

Sekarang samada orang yang mengamalkan Islam, maupun yang tidak mengamalkan Islam, mengakui bersama bahawa tidak ada satupun negara Islam sekarang ini yang berdaulat, kuat, bersatu padu, yang menguasai ilmu ekonomi, dll. Bahkan umat Islam seluruh dunia sedang ketakutan dengan Amerika. Lebih2 lagi diganggu pula oleh militan Islam, hingga pihak Amerika bertindak melulu. Akhirnya masing2 merasa takut. Akibat rasa takut ini masing2 hendak menjaga hati Amerika. Masing2 negara seperti Brunei, Malaysia, Indonesia dll hendak jaga hati Amerika. Punyalah rasa takut, walaupun sudah berseminar tiap tahun mengatakan hendak bersatu tapi hanya berlakon. Kerana takut dengan Amerika, seminar itu bahkan dicatur oleh Amerika, dicatur Yahudi. Seminar dibuat supaya rakyat jangan marah tapi senyap2 kehendak telunjuk Yahudi, telunjuk Amerika dia ikut. Seminar sudah dicatur : "Awak kalau buat seminar jangan cakap macam ni, macam itu. Awak kena cakap begini." Rakyat tak tahu bahawa Amerika, Yahudi mencatur, yang tahu perkara itu kerajaan. Jadi benarlah Qur'an berkata bahawa bila Qur'an diamalkan sebahagian, separuh tidak diamalkan maka hinalah akibatnya.

Jadi atas nama bangsa, negara, ummah, semua bangsa mengakui bahwa Islam sedang terhina : tak ada kekuatan, takut dengan Amerika, terpaksa berkiblat ke barat. Itu atas nama bangsa, negara. Atas nama individu lebih2 lagi teruk keadaannya. Sekalipun dia kaya, sekalipun dia pandai, tetap terhina. Walaupun dia pandai, kaya tapi mana ada umat Islam yang bersatu padu, umat Islam yang kaya, pandai bersatu padu? Mana ada Rumah tangga yang bersatu padu padahal sudah kaya, sudah pandai. Anak, suami istri dalam rumah itupun tak bersatu. Masing2 pikir diri sendiri. Tuhan sudah bercakap pasti terhina. Jadi walaupun kaya tapi untuk buatkan anak ta'at pun tak boleh. Untuk membuatkan istri patuh pun tak boleh. Begitu juga boss di kilang, di pejabat, di syarikat2 berada dalam pergulatan dengan pekerja2 tak ada rasa aman, tak ada kasih sayang. Jadi keadaannya memang hina, sebab Tuhan sudah berkata pasti terhina.

Lebih2 lagi di akhir2 ini Tuhan hinakan umat Islam dengan berbagai2 gejala masyarakat yang berlaku. Hari ini, samada miskin, kaya, rakyat jelata atau yang berkuasa tidak ada seorangpun yang berani jalan keluar, samada di kampung, di bandar, lebih2 lagi di jalan2 gelap, lorong2 gelap. Orang kaya, orang besar kena kidnap. Yang miskin dirogol, lelaki kena ragut.

Kehinaan ini berlaku di seluruh dunia. Bila bertanya pada siapapun perkara ini diakui, tapi jalan keluarnya tak tahu. Jadi masih bertahan atas nama parti tapi cari jemaah tak faham. Masih bertahan dengan pendidikan sekuler tapi pendidikan Islam, pendidikan Tuhan, manusia tak nampak jalan. Begitu juga walaupun mereka sudah tercekik dengan ekonomi riba tapi nampak dapat jalan bagaimana membangunkan ekonomi taqwa.

Kalau begitu, bagi kita yang sedikit ini yang sedar ini, yang faham, yang Tuhan insafkan, besar tanggung jawab kita. Seolah kita ini setitik air laut yang hendak membersihkan lautan yang sudah kotor.

Atas nama usaha manusia sahaja tak mungkin. Tapi kerana kita buat kerja Tuhan maka bagi Tuhan semuanya mungkin berlaku. Sebab itu kita kena buat 10% sahaja. 90% Tuhan yang akan buat. Kalau buat 10% dengan tepat yakni kerana Tuhan, ikut jalan Tuhan maka 90% Tuhan yang lakukan.

Kalau kita faham hal ini maka kita akan rasa kuat. Ini satu pemangkin dan kita tak akan putus asa. Tapi kalau kita tak kenal Tuhan, tak tahu yang Tuhan itu serba berkuasa, maka kita yang bagaikan setitik air laut yang hendak bersihkan lautan yang kotor, rasanya tak boleh pergi. Awal2 sudah hilang semangat. Sebab itu kita kena jiwa besar sebab sedang buat kerja besar, kerja Tuhan. Dengan syarat yang 10% tepat jemaahnya, tepat orangnya, tepat pendidikannya, tepat ekonominya. Walaupun kecil, Tuhan akan jamin.

Jadi tanggung jawab kita adalah hendak membersihkan lautan yang sudah kotor yakni dunia Islam yang sudah rosak. Ada 54 negara yang rosak, hendak kita bersihkan semula bermula dari jemaah yang kecil. Kalau kita nampak bahawa Tuhan itu maha besar, kita akan sedar bahawa kita sedang membuat kerja yang maha besar dan akan datang satu kekuatan dalam hati kita. Bila usaha kita yang sedikit itu tepat maka Tuhan akan selesaikan yang lain. Sedikit pun tak apa, kecil pun tak apa asal tepat, nanti Tuhan yang akan menyempurnakannya.

Lebih2 pula kita ada di kawasan janji Tuhan di akhir zaman iaitu akan ada kebangkitan ke 2 bermula di Timur yang diterajui oleh orang Melayu dipimpin oleh PBT yang akan ditutup oleh IM..

Kita beruntung kita berada dalam jemaah Tuhan, cuma kita tak tahu apakah boleh sampai ke hujung. Kita harap kita boleh sampai ke hujung. Sebab walaupun sudah ada di tempat yang tepat tapi Tuhan akan uji. Takut2 kita tak sanggup menerima ujian itu hingga terkeluar. Kalau kita terkeluar, alangkah ruginya. Kalau kita tak nampak jalan, itu satu hal. Tapi kita sudah nampak jalan cuma kerana tak sanggup terima ujian, tak sanggup mujahadah, akhirnya kita terkeluar. Alangkah ruginya.

Sedangkan orang lain sudah tahu umat Islam terhina, dijajah tapi jalan keluarnya tak tahu. Artinya jauh lagi, sedangkan kita sudah di atas landasan. Cuma kalau kita tak tahan ujian akan membuatkan kita terkeluar pula dari landasan.

Marilah kita sama2 berdoa pada Tuhan disamping minda jangan cicir. Panduan2 yang diberi oleh pemimpin jangan tertinggal, insya Allah dengan izin Tuhan kita akan sampai ke hujung sampai jumpa IM. Kalau kita selamat diterima oleh IM sebagai pengikutnya, maka mula2 sekali kita akan berkuasa di Timur, selepas itu kita akan mara ke Barat, Palestin dan ke seluruh dunia untuk tawan dunia.

Jadi kita sudah nampak jalan, sudah berada di jalan yang tepat kena jaga betul2, kena berhati2 di jalan yang sudah betul ini. Sedangkan orang lain tak nampak landasan lagi, sedang tercari2 jalan. Keadaan hina, ketakutan sudah terasa tapi tak nampak jalan. Marilah kita berdoa lagi pada Tuhan moga2 kita kekal di landasan benar ini hingga ke hujung hingga Tuhan bagi kemenangan di tangan kita bersama IM.

Sekian

Oleh:Ust Shuib Sulaiman (ustshuib@yahoo.com)

Ahad, September 28, 2008

Peluang 'Last Minute' & Lailatul Qadar

Sedar tidak sedar, kita telah menamatkan separuh bulan Ramadhan, berbaki lagi 15 hari sahaja. Allah s.w.t sahaja yang mengetahui samada prestasi kita dalam 15 hari yang berlalu adalah cemerlang atau temberang. Kita juga mungkin mempunyai sedikit 'clue' tentang prestasi kita sendiri.

Ya Allah kurniakanku kekuatan untuk menghidupkan Lailatul Qadar
Semenjak dua menjak ini soalan-soalan agama yang sampai kepada saya menunjukkan minat orang kepada ilmu Islam secara agak luar biasa, mungkin kerana ia merupakan bulan Syaitan dibelenggu. Alhamdulillah. Kita mengharapkan prestasi dan minat yang sama akan berterusan setelah tamatnya Ramadhan nanti.

Tidak terkecuali juga, soalan-soalan yang menggambarkan agak keringnya umat Islam kini dari ilmu Islam. Dari bentuk soalan-soalan yang diutarakan, seseorang pasti dapat mengandaikan tahap ilmu dan kefahaman seseorang.

Saya tiada masalah dengan soalan sebegini, cuma adakalanya merasa sayu dengan pengetahuan si penanya. Jangan bimbang saya tidak kenal anda, tidak perlu merasa malu. Lebih penting adalah kesungguhan dan minat yang masih berbaki untuk pelajari, ia jauh lebih baik dari menjadi orang yang langsung tidak mengendahkan keredhaan dan ketetapan hukum yang ditentukan Islam. Tahniah.

Pendekatan Last Minute & Sujud Akhir

"Orang kita memang suka benda-benda 'last minute' ni" kata seorang rakan saya

"Study last minute"

"Buat kerja suka dan lebih bersemangat bila last minute"

"Solat last minute, sujud pun nak tunggu last minute"

Sehingga timbul kefahaman yang meluas di kalangan masyarakat bahawa sujud terakhir dalam solat adalah waktu yang paling maqbul doa.

Setakat pencarian saya dalam ensaiklopedia gabungan puluh ribuan kitab Fiqh yang muktabar, Tafsir dan Hadith, tidak ada sebarang bukti dari Al-Quran atau hadith nabi atau yang menyatakan doa dalam sujud terakhir adalah yang paling maqbul.

Nabi hanya beritahu bahawa ketika sujud doa adalah maqbul, tetapi tiada dikhaskan sebagai 'Keistimewaan Sujud Terakhir' . Jika ada yang tahu, haraplah memaklumkan sumber sohihnya.

Apa yang ada adalah sabda baginda Nabi s.a.w ketika menyebut :

وَأَمَّا السُّجُودُ فَاجْتَهِدُوا في الدُّعَاءِ فَقَمِنٌ أَنْ يُسْتَجَابَ لَكُمْ

Ertinya : Dan adapun sujud, maka berusahalah memperbanyakkan doa kerana ia amat hampir dan boleh mendapat kemustajaban bagimu" ( Riwayat Muslim, 1/348 )

Jika melihat huraian dan syarahan hadis ini oleh Imam An-Nawawi dan Ibn Hajar, kita akan mengerti bahawa sujud yang maqbul itu adalah semua jenis sujud terutamanya dalam solat fardhu. Tiada sebarang pengkhususan kepada sujud akhir.

Wallahu 'alam, tiada juga dijumpai dalam kitab Fiqh yang muktabar akan cadangan sujud akhir ini. Jika benar-benar tiada, justeru ia mungkin pengaruh tabiat 'last minute' kot..sehingga terbawa-bawa dalam ibadah.

Memang benar tidak semua jenis pendekatan 'last minute' itu tidak tepat, salah, terkeji dan tidak berasas. Dalam sesetengah keadaan ia terpaksa dilakukan, tapi yang dirisaukan adalah kualitinya mungkin boleh tergugat.

Kini, kita ada peluang kita untuk meraih ganjaran dan hasil Ramadhan semakin sampai ke minit terakhir. Bagi memastikan ramai yang berjaya, sayangnya Allah s.w.t kepada kita yang lemah ini, diberinya lagi peluang minit-minit terakhir ini dengan sesuatu yang lebih istimewa. Ia bertujuan memberikan motivasi kepada kita agar mampu menjadi insan bertaqwa serta dengan segera membina tembok iman yang kukuh sebelum keluar dari bulan mulia Ramadhan.

Peluang ibadat dalam 10 malam terakhir Ramadhan telah sedai diketahui ramai. Pengkhususan berkenaan kehebatan dan tawarannya juga bukan lagi ganjil dari minda umat Islam sedunia.

Moga Perolehi Lailatul Qadar

Kehebatan Malam Al-Qadr

Dalam tulisan ringkas ini, cuba sama-sama kita hayati beberapa keistimewaan Laylatul Qadar seperti berikut :-

1) Malam berkat yang di turunkan padanya Al-Quran (secara sepenuhnya dari Lawh Mahfuz ke Baytil Izzah di langit dunia sebelum diturunkan kepada Nabi SAW secara berperingkat) ;

Justeru ia disifatkan sebagai malam penuh berkat dalam ayat 3 surah ad-Dukhaan. Pandangan ini adalah sohih dari Ibn Abbas, Qatadah, Sai'd Ibn Jubayr, ‘Ikrimah, Mujahid dan ramai lagi. (Tafsir Al-Baidawi, 5/157 ; Al-Jami Li Ahkam Al-Quran, Al-Qurtubi, 16/126 )

2) Di tuliskan pada malam tersebut "qadar" atau ketetapan bagi hidup, mati, gembira, rezeki, sihat, sakit dan apa jua berkaitan qadar manusia dan destinasi mereka pada tahun itu.

Ini diambil dari firman Allah s.w.t :-

فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ أَمْرًا مِّنْ عِندِنَا إِنَّا كُنَّا مُرْسِلِينَ

Ertinya : Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah, urusan yang besar dari sisi Kami. Sesungguhnya Kami adalah Yang mengutus rasul-rasul ( Ad-Dukhan : 4-5)

Imam At-Tabari menyebut bahawa pada malam itu, diputuskan hal ajalnya seseorang, rezekinya, kejadiannya. Malah di malam tersebut juga, ditentukan siapa yang berkahwin dengan siapa, nama siapa yang termasuk dalam senarai kematian pada tahun berikutnya, apakah musibah yang akan menimpa dan lain-lain. Ia juga yang dihuraikan oleh Imam Qatadah, Mujahid dan Al-Hassan(Tafsir At-Tabari, 25/108 )

Imam Al-Qurtubi mencatatkan

قال بن عباس يحكم الله أمر الدنيا إلى قابل في ليلة القدر ما كان من حياة أو موت أو رزق

Ertinya : Berkata Ibn Abbas, Allah s.w.t menghakimi atau menentukan urusan untuk dunia apabila tibanya Laylatul Qadar, dari segala urusan tentang kehidupan (hambanya) atau kematian atau rezeki (Al-Jami Li Ahkam Al-Quran, Al-Qurtubi, 16/126)

Demikian juga yang difahami dari apa yang disebut oleh Ibn Abbas. (Tafsir Ibn Kathir, 137/138). Imam An-Nawawi ada menghuraikan maksud panjang bagi hal ini. (Syarah Sohih Muslim, 8/57). Menurut pandangan yang lain qadar juga membawa bermaksud mulia atau agung.

Adakah kita sudah untuk meninggal dunia hari ini atau sebentar lagi?

Adakah merasa takut untuk menunggu kehadirannya?

Saya selalu cuba menghadirkan perasaan dan persoalan ini dalam minda saya, terutamanya ketika memandu kereta dan menaiki kapal terbang. Terbayang tayar meletup dan kereta terhumban, atau kapal terbang rosak dan menunggu maut hadir sebagaimana yang saya kerap dan suka saya lihat perbincangan mengenainya di dalam rancangan 'Air Crash' terbitan National Geogharphic Channel.

Jika belum merasa sedia, maka apakah sebabnya? Adakah umur yag diberikan belum mencukupi?, atau aqal belum sempurna berfikir untuk menyiapkan persediaan.? Bukankah kita merupakan insan normal yang punyai aqal sihat, malah kita amat marah digelar 'bodoh' oleh orang lain.

Lantas, apakah lagi alasan yang ingin kita sebutkan? Adakah kerana terlalu sibuk mengejar dunia dan leka dengan kenikmatan sementaranya, sehingga tiada masa memikirkan ibadah dan mengetahui perkara halal serta haram.

Justeru, malam Al-Qadr boleh menjadi satu peluang dan ruang untuk berdoa memanjangkan umur dalam ibadah, amal soleh dan rezeki yang baik. Berusahalah.

Sama-sama kita hidupkan malam-malam akhir Ramadhan dengan dengan beribadat sehabis mungkin bagi memastikan yang terbaik buat destinasi hidup kita.

Hanya beberapa hari sahaja untuk bersengkang mata dan melawan nafsu tidur dan rehat. Jika kita punyai cuti yang agak panjang sebelum raya, habiskan ia dengan bacaan Al-Quran dan fahami ertinya. Nafsu 'shopping' dan rehat pasti akan menganggu. Lawani ia, hanya beberapa hari sahaja, paling panjang 10 hari sahaja.

3) Malam ini terlebih baik dari seribu bulan untuk beribadat.

Perlu difahami bahawa para ulama berbeza pandangan dalam pengertian seribu bulan kepada pelbagai takwilan. Cuma Imam At-Tabari selepas membawakan hampir semua pendapat-pendapat semua pihak ia mentarjihkan dengan katanya :-

وأشبه الأقوال في ذلك بظاهر التنزيل قول من قال عمل في ليلة القدر خير من عمل ألف شهر ليس فيها ليلة القدر

Ertinya : Pendapat yang paling tepat dari zahir teks nas yang diturunkan adalah pendapat yang mengatakan erti Seribu bulan adalah "beramal di laylatu Qadr sama dengan amalan seribu bulan yang tiadanya laylatul Qadr ( selian bulan Ramdhan) ( At-Tabari, 30/259)

Imam Malik dalam al-Muwatta' membawakan satu hadis Nabi s.a.w yang memberi makna seribu bulan itu adalah gandaan sebagai ganti kerana umur umat zaman ini yang pendek berbanding zaman sebelum Nabi Muhammad SAW yang amat panjang seperti Nabi Nuh as. (Al-Muwatta, no 698, 1/321 ; Al-Jami' Li Ahkamil Quran, Al-Qurtubi, 20/133 ; Syeikh Atiyyah Saqar, Min Ahsanil Kalam Fil Fatawa, dengan pindaan).

4) Pada malam itu, turunnya para Malaikat dan Ruh (Jibrail as).

Hal ini disebutkan di dalam al-Quran dari surah al-Qadr. Manakala, dalam sebuah hadith disebutkan bahawa pada malam tersebut, malaikat akan turun dan berjalan kepada seluruh individu yang sedang beribadat secara berdiri, duduk, bersolat, berzikir, serta memberi salam kepada mereka dan mengaminkan doa mereka maka Allah akan mengampunkan mereka kecuali empat kumpulan : Peminum arak, penderhaka ibu bapa, pemutus siltarurrahmi dan individu yang sedang bermusuhan.

5) Malam itu juga disebutkan sebagai malam yang sejahtera.

Hinggakan Syaitan juga tidak mampu untuk melakukan kejahatan dalamnya. (Tafsir Ibn Kathir, 4/531 ; Al-Qurtubi, 20/134 ) . Sejahtera dan keberkatan ini akan berterusan sehingga naik fajar dan bukannya pada saat tertentu sahaja. Hal ini juga di sebutkan dari firman Allah dalam surah al-Qadr.

6) Diampunkan dosa terdahulu bagi sesiapa yang menghidupkannya dengan iman, ikhlas dan mengharap redha Allah;

Ia berdasarkan hadith sohih riwayat al-Bukhari dan Muslim. (Fath al-Bari, 4/251)

Hidup kita adalah pendek, panjangkan ia dengan amal jariah dan amalan soleh melebihi seribu bulan.

Sekian

Zaharuddin Abd Rahman

http://www.zaharuddin.net/

Mercun, Ucapan Maaf & Duit Raya

Dalam penulisan ini, saya ingin menyentuh 3 perkara berkenaan hari raya yang sering dilakukan oleh umat Islam. Apakah pandangan Islam terhadap Mercun, pemberian duit raya dan ucapan ‘Maaf Zahir Batin'?.

Main Mercun

Membawa Bahaya
Akta Bahan Letupan 1957. Seksyen 4 (2) memperuntukkan undang-undang sesiapa yang bersalah mengilang, memiliki dan mengimport mercun atau bunga api, boleh dihukum penjara lima tahun atau denda RM10,000 atau kedua-duanya.

Dari pandangan Islam pula saya kira amat mudah untuk diketahui hukumnya. Semua perkara yang membawa mudarat kepada diri dan orang lain adalah diharamkan di dalam Islam.

fakta

Secara ringkas, antara sebab yang menjatuhkan bermain mercun dalam kategori haram adalah :-

1) Mudarat Kepada Diri

Ini tidak perlu lagi dihuraikan. Cukup laporan akhbar ini sebagai fakta : BUKA DI SINI

hadiah hari raya

2) Mudarat Orang Lain

Ia seringkali mengganggu masyarakat awam sekeliling dengan kebisingan bunyinya selain bahaya letupannya. Jelas ia termasuk dalam perkara yang diharamkan. Tahap pengharamannya lebih dahsyat apabila ia dimainkan di tepi-tepi surau dan masjid tatkala ahli jemaah sedang menunaikan solat.

Demikian juga apabila ia ditujukan ke arah rumah dan individu tertentu dengan niat ingin berseronok-seronok. Saya boleh menggangap ia terdapat persamaan dengan cubaan membunuh, kerana bakaran api itu boleh menyebabkan sebuah rumah terbakar atau seseorang kanak-kanak atau bayi hilang nyawanya.

Nabi s.a.w bersabda :

من ضَارَّ أَضَرَّ الله بِهِ وَمَنْ شَاقَّ شَاقَّ الله عليه

Ertinya : Barangsiapa yang membawa mudarat maka Allah akan memudartkan dirinya sendiri, sesiapa yang menyusahkan orang lain, Allah akan menyuasahkannya pula" (Riwayat Abu Daud, no 3635, 3/315; Ahmad, 3/453 ; Tirmidzi : Hasan Gharib ; Syeikh Syuaib, Hasan Bi Syawahidi)

Saya masih ingat kisah yang disiar oleh akbar tahun lepas, bagaimana mercun masuk dalam buaian seorang bayi.

Baca juga kisah ini "Dalam pada itu, ibu Mohd. Syafiq, Saripah Ali, 43, berkata, anaknya sedang mengangkat kain di kawasan jemuran asrama kira-kira pukul 6 petang apabila sebiji mercun bola dilemparkan ke arahnya.

‘‘Mercun yang dilempar ke arahnya terkena di bahagian bawah mata kiri menyebabkan matanya cedera," katanya".

Baca Di Sini

3) Pembaziran

Ia dikira satu pembaziran juga kerana wang yang digunakan dikira dibakar begitu sahaja untuk menikmati letupan yang tiada tentu arahnya.

Allah s.w.t mengurniakan kita harta untuk dibelajkan sebaiknya dan bukan untuk mengikut hawa nafsu atas alasan kemeriahan lalu membeli pelbagai jenis mercun.

Islam inginkan kita menjadi orang yang mampu mengurus kewangan dengan bijak di bulan Ramadhan. Malah inginkan kita memperbanyakkan sedeqah terutama di akhir Ramadhan. Bukannya membeli mercun yang haram hukumnya.

Saya kira, tidak perlu dihurai panjang isu ini disebabkan kejelasannya.

Sebagai kesimpulan, ibu bapa yang membelikan mercun ini tidak terlepas dari dosa pada pandangan Islam. Mereka sepatutnya bersifat tegas dalam hal ini melarang sebarang penglibatan anak-anaknya terutamanya jika mereka terjebak dalam membuat mercun sendiri seperti mercun buluh dan lain-lain.

Isu Duit Raya

Isu memberikan duit raya kepada kanak-kanak terdapat pro dan kontranya. Bagi saya, hukumnya berubah-ubah mengikut keadaan pemberi dan penerima.

Perspektif Baik :

Jika dilihat dari persepktif baik, ia dapat memupuk semangat dan sifat menderma sebagai bukti hasil keberkatan yang diperolehi dari tarbiyah Ramadhan.

Malah, sebenarnya ia lebih baik jika di berikan sebelum tamatnya Ramadhan, ia bertepatan dengan hadith Nabi s.a.w dari Ibn Abbas r.a yang menyebut :-

كان النبي صلى الله عليه وسلم أجود الناس بالخير , وكان أجود ما يكون في رمضان , حين يلقاه جبريل , وكان يلقاه كل ليلة في رمضان حتى ينسلخ , يعرض عليه النبي القران , فإذا لقيه جبريل كان أجود بالخير من الريح المرسلة

Ertinya : "Adalah Nabi SAW adalah manusia yang paling bagus dan pemurah dengan segala jenis kebaikan, dan Nabi paling pemurah adalah di bulan Ramadhan, dimana ketika bertemu Jibrail yang datang di setiap hari di bulan ramadhan membentangkan (menyemak) al-Quran dari Nabi SAW, apabila ditemui Jibrail maka Nabi akan menjadi paling pemurah dengan kebaikan lebih dari angin yang bertiup" (Riwayat Al-Bukhari)

Justeru, sekiranya ia dapat diberikan dalam bulan Ramadhan sebagai sedeqah sudah tentu keberkatan pahalanya berlipat kali ganda berbanding memberikannya di bulan syawal.

Oleh kerana kemungkinan pada hariraya sahaja kebanyakkan kita dapat berkumpul sekeluarga, mungkin kerana itulah akhirnya duit sedeqah kepada ahli keluarga yang eloknya diberikan di akhir Ramadhan itu menjadi ‘duit raya di hari raya'.

Saya harap masyarakat yang mengamalkannya akan memperbetulkan niat mereka dengan memasang niat ia sebagai sedeqah dari bulan Ramadhan dan bukan sekadar adat hari raya semata-mata.

Perspektif Negatif

Ia boleh menjadi amat buruk dan sewajarnya di jauhi apabila : -

1) Seseorang memberikannya dengan niat ingin menunjuk-nunjuk kekayaannya dengan menayangkan jumlah yang diberinya dan ada pula yang terpaksa berhutang demi memberikan ‘duit raya'. Ini tidaklah di benarkan sama sekali menurut Islam.

Justeru, perbezaan niat seseorang menentukan samada pemberian duit rayanya menjadi ibadat atau tidak.

2) Terdapat juga ‘duit raya rasuah' yang mungkin diberikan oleh ahli perniagaan kepada pegawai tertentu bagi mempengaruhi keputusan pegawai itu di kemudian hari. Ia adalah tidak dibenarkan sama sekali di dalam Islam.

3) Disebutkan juga, duit raya sebegini boleh membawa kesan negatif kepada kanak-kanak yang bersifat materialistik dan mengkritik individu yang tidak memberikan duit raya kepada mereka.

Ini boleh menjadikan kanak-kanak lebih bersifat rakus dengan harta dunia di setiap kali tiba hari raya. Pandangan ini ada benarnya.

Walaupun demikian, pada hemat saya faktor sebegini sukar untuk menjadikan seluruh amalan pemberian duit raya sebagai haram. Bagi mengelakkannya dari jatuh kepada haram, si pemberi mestilah mengingatkan penerima agar bersyukur dengan apa jua jumlah yang didermakan dan berhati-hati dengan keseronokan sementara dari fitnah bernama ‘duit' dan ‘wang' ini.

Jika seseorang itu lebih cenderung kepada pendapat ianya haram. Wajiblah ia untuk menahan diri dari memberikan sebarang duit raya kepada kanak-kanak. Tiada ertinya ia mengatakannya haram, dalam masa yang sama ia sendiri masih memberikannya sewaktu hariraya.

Justeru, pada hemat saya, pandangan membenarkan dengan syarat-syarat tertentu adalah lebih ringan dan mampu dilaksanakan oleh masyarakat hari ini yang telah membudayakannya sebagai amalan tahunan. Apa yang perlu dilakukan hanyalah ‘adjust' niat, dan beberapa hal lain agar pemberian itu menjadi sebuah sedeqah yang berguna buat ahli keluarga terdekat, pemberi dan penerima.

4) Bagi mereka yang amat sensitif isu halal haram, saya kira adalah amat terpuji jika dapat dipastikan sampul duit raya itu bukan dari mana-mana bank dan institusi kewangan konvensional yang haram.

Ini kerana ia boleh dianggap mempromosikan perbankan Riba yang amat haram. Ia jelas termasuk dalam larangan Allah s.w.t dan Nabi s.a.w dari memberikan bantuan dan promosi kepada perkara yang haram.

Sebuah hadis menyebut :

لعَنَ رسولُ اللَّهِ في الخمرِ عشرةً عاصِرَها ومُعتصِرَها وشارِبها وحامِلَها والمحمولَةَ إِليهِ وساقيَها وبائعهَا وآكلَ ثمنِها والمشتَري لها والمشترى لهُ

Ertinya : Rasulullah s.a.w. melaknat tentang arak, sepuluh golongan: (1) yang memerahnya, (2) yang minta diperahkan untuknya, (3) yang meminumnya, (4) yang membawanya, (5) yang minta dihantarinya, (6) yang menuangkannya, (7) yang menjualnya, (8) yang makan harganya, (9) yang membelinya, (10) yang minta dibelikannya." (Riwayat Ibn majah, 2/1122 ; Tirmidzi, Hadis Gharib ; Albani : Hasan Sohih)

Keterangan : Walaupun hadith ini menyebut bab arak, tetapi ia merangkumi item haram yang lain berdasarkan kepada kaedah Qiyas dalam Islam. Sebuah Hadith lagi : ertinya

قال لَعَنَ رسول اللَّهِ آكِلَ الرِّبَا وَمُؤْكِلَهُ قال قلت وَكَاتِبَهُ وَشَاهِدَيْهِ

Ertinya : "Dilaknati Rasulullah SAW pemakan riba, dan pemberi makan, saksinya dan penulisnya" ( Riwayat Abu Daud, no 3333, At-Tirmidzi & Albani : Hasan Sohih )

Justeru, jika ia berlaku juga, saya bimbang pahala hasil sedeqah duit raya itu pastinya tergugat. Ia sama seperti memberi duit raya menggunakan sampul duit yang tertulis jenama arak. Apa pandangan anda?.

Ucapan Maaf Zahir Batin

Ucapan Maaf Zahir Batin sering diberikan oleh rakan dan taulan sempena hariraya ini. Amalan maaf bermaafan asalnya adalah bersifat ‘neutral' dan boleh diteruskan di hari raya ini asalkan ungkapan kemaafan yang dipinta dan yang diberi adalah beserta penyesalan yang benar atas segala kesilapan yang dilakukan.

Ia selaras dengan objektif Ramadhan bagi mencapai keampunan Allah SWT sebagaimana di fahami dari Hadith :

جَاءِني جِبريلُ صلى الله عليه وسلم فَقال : شَقي عَبدٌ أَدركَ رمضانَ فانسَلخَ مِنهُ ولَم يُغفَر لَه فَقلتُ : آمِينَ ،

Ertinya : "Datang kepadaku Jibrail lalu berkata : " Celaka ke atas seorang hamba yang sempat bertemu Ramadhan dan keluar darinya tetapui tidak mendpaat keampunan terhadap dosa-dosanya, lalu aku (Rasulullah s.a.w) berkata : Ameen. (tirmidzi, ibn hibban, Ahmad, Ibn Khuzaymah, Al-Hakim & disetujui oleh Az-Zahabi, Abu Yu'la, At-Tabrani dalam Al-Kabir & al-Awsat, At-Tayalisi, Al-Bukhari dalam Adab Al-Mufrad, Ibn Al-Ja'd ; Sahih Lighairihi oleh al-Albani di dalam Sahih Adab al-Mufrad - no: 644)

Bagi seseorang yang berdosa dengan Allah SWT, amat diharapkan beroleh keampunan di bulan Ramadhan ini.

Bagaimanapun, jika melakukan dosa dari jenis kesalahan kepada manusia lain seperti mengumpat, memfitnah, memukul, merendahkannya, mencuri duitnya dan lain-lain. Seolah-olah keampunan yang sepatutnya diperolehi dari ramadhan tergantung kepada keampunan manusia yang pernah dizalimi ini.

Tatkala itu, mangsa sahaja yang mampu mengampunkan orang yang menzaliminya.

Pada hemat saya, objektif mendapatkan keampunan Allah sukar untuk dicapai sebaiknya jika tidak ada proses maaf bermaafan di hujung ramadhan atau di awal Syawal.

Mengambil peluang cuti dan bertemu di hari raya sebagai waktu yang sesuai untuk meminta ampun. Oleh kerana itu, saya secara peribadi tidak nampak sebarang masalah dalam amalan ini selagi mana ia dilaksanakan dengan ilmu dan ikhlas. Wallahu ‘alam.

Sekian

Zaharuddin Abd Rahman

http://www.zaharuddin.net/

Hari Raya Idilfitri : Yang Perlu & Yang Jangan DiLakukan

Moga Allah Menerima Amalan Kita

Bulan Ramadhan, sudah hampir tiba ke penghujungnya. Bagi individu yang sedar serta menghayati ‘tawaran' bonus yang di berikan oleh Allah SWT dan RasulNya di bulan Ramadhan, mereka sudah pasti akan merasa sedih atau amat sedih dengan pemergiannya.

Sebaliknya orang yang tidak sedar atau tidak ambil endah tentang kelebihannya pasti bergembira dan berpesta dengan pemergian bulan hebat ini. Lebih malang lagi, pestanya yang dianjurnya adalah jenis pesta hiburan yang sememangnya bertentangan dengan ruh dan objektif Ramdhan.

Seolah-olah individu yang berpesta maksiat di permulaan bulan Syawal ini ingin memaklumkan berkenaan ‘peperiksaan' Ramadhannya yang mendapat keputusan ‘gagal' dan berjaya peroleh doa khas Malaikat Jibrail untuk mendapat 'kecelakaan' iman yang lebih dahsyat pada bulan selanjutnya. Nau'zubillah.

Ahhh.. apa peduli apa !..Kata sebahagian mereka

Masalah pasti berterusan kerana sebahagian besar dari mereka yang berpesta maksiat ini tidak mempunyai ilmu bagi mengenal pasti perbezaan antara maksiat dan amal soleh, dosa dan pahala. Malah tiada minat langsung untuk mengetahuinya.

"waste of time!!" katanya lagi.

Padahal di bulan Ramadhan yang juga digelar bulan Al-Quran, Allah SWT mengarahkan kita merujuk Al-Quran yang fungsinya adalah sebagai Al-Furqan (Pemisah antara yang benar dan yang salah).

Malang bagi mereka yang masih tidak mahu bernaung dengan petunjuk Al-Quran dan Al-Hadis dalam kehidupan hariannya sejurus selepas Ramadhan ini.

Sebagaimana kata-kata hukama :-

الْقُرْآَنُ شَافِعٌ مُشَفَّعٌ فَمَنْ جَعَلَهُ إِمَامَهُ قَادَهُ إلى الْجَنَّةِ وَمَنْ جَعَلَهُ خَلْفَهُ سَاقَهُ إلى النَّارِ

Ertinya : "Al-quran itu boleh memberi syafaat, barangsiapa yang mengambilnya sebagai pemandu (kehidupannya) nescaya ia akan membawa ke Syurga dan barangsiapa yang meletakkannya di belakangnya, nescaya ia akan mengheret orang itu ke Neraka" ( Riwayat At-Tabrani, Ibn Hibban, 1/331 ; Ia sukar untuk dianggap sebagai hadis kerana perawinya Al-Rabi' bin Badr yang dinilai Matruk ; Majma Az-Zawaid, 7/164)

BOLEHKAH BERSUKARIA DI MUSIM RAYA?

Jika demikian, adakah Muslim di tegah untuk bersuka ria di hari raya dan hanya bersedih sahaja ?.

Jawapannya, bergembira di Syawal tidak ditegah, malah Rasulullah s.a.w sendiri membenarkan umat islam bergembira di Syawal, dengan syarat gembira itu mestilah dilaksanakan dan dizahirkan dalam bentuk yang di terima Islam.

Nabi SAW juga pernah menegur kepada Abu Bakar As-Siddiq apabila melihat Abu Bakar memarahi Aisyah r.a dan penghibur kanak-kanak yang sedang menyanyikan nasyid di rumah Rasulullah SAW dengan katanya :

دعهما يا أبا بكر فإنها أيام عيد

Ertinya : "Biarkan ia ( wahai Abu Bakar) kerana ini adalah hari raya" ( Riwayat Al-Bukhari)

Mukmin sebenar akan merasa gembira kerana berterima kasih kepada Allah s.w.t atas kurniaan kesempatan dan peluang untuk mereka mendapat keampunan di bulan Ramadhan.

Sudah tentu mukmin ini merasa puas dengan usahanya yang berganda, walaupun penerimaannya adalah terpulang kepada Allah SWT semata. Ia bertepatan dengan Hadith Nabi SAW :

من سَرَّتْهُ حَسَنَتُهُ وَسَاءَتْهُ سَيِّئَتُهُ فذلك الْمُؤْمِنُ

Ertinya "Sesiapa yang merasa gembira apabila ia melakukan amal baik dan merasa buruk dengan perlakuan dosanya, itulah ciri Mukmin sejati " (Riwayat At-Tirmizi, no 2165, 4/465 ; Tirmizi : Hasan Sohih ; Al-Haithami : perawinya sohih , rujuk Majma Az-Zawaid, 1/86 )

Selain mengenangkan usaha berganda yang telah dilakukan sewaktu Ramadhan, bergembira juga atas kejayaan membina ‘benteng kukuh' dari godaan Syaitan, bukankah Nabi SAW telah menyebut bahawa "Puasa itu benteng" (Riwayat Al-Bukhari).

Kerana itu mereka menyambutnya dengan kegembiraan.

MENGAPA ORANG MUKMIN TULEN BERSEDIH?

Jika tadi disebut mukmin gembira, kali ini mengapa pula mukmin bersedih dengan pemergian Ramdahan?.

Bergembiralah Orang Yang Membersihkan Hatinya di RamadhanSecara ringkasnya, dengan berdasarkan dalil-dalil yang sohih, peluang dan kemudahan yang diberikan Allah SWT di bulan ini yang pastinya akan dirindui dan di tangisi oleh para mukminin dan solihin adalah :-

1) Peluang untuk meraih ke Syurga yang terbuka luas di dalamnya, berdasarkan hadith yang menyebut tentang pintu syurga dibuka, pintu neraka ditutup dan Syaitan di belenggu. Lalu mukmin sentiasa bimbang akan penerimaan Allah SWT terhadap diri dan amalannya.

2) Tawaran pengampunan dosa-dosa silam bagi yang berpuasa dan menghidupkan malamnya dengan solat terawih ikhlas kerana Allah. Berdasarkan hadith Bukhari dan Muslim. Tamat jua peruntukan hebat ini di akhir Ramadhan.

3) Kemaqbulan doa yang hebat ketika berpuasa dan berbuka berdasarkan hadith Riwayat Ibn Majah yang sohih. Berlalulah tawaran ini dengan pemergian Ramadhan.

4) Peluang mempertingkat taqwa, iman dan menambah keberkatan dalam hidup dunia dan akhirat. Ia berdasarkan firman Allah SWT.

5) Peluang terbesar di Malam al-Qadar yang amat istimewa. (Rujuk artikel lepas)

Hasil dari sebab inilah, kita dapati ramai ulama silam disifatkan amat sedih dengan pemergian Ramadhan, terutamanya apabila memikirkan samada akan dapat bertemu lagi pelaung sehebat Ramadhan di tahun hadapan.

TAMATNYA SIRI YANG DIMINATI

Bagi sesiapa yang ingin memahaminya dengan lebih lagi. Cuba anda bayangkan anda meminati sebuah rancangan drama di televisyen yang disiarkan tepat jam 5-6 petang setiap hari.

Rancangan yang tidak pasti akan ada ulangannya atau tidak ini, sudah anda ikuti siri-sirinya sejak sekian lama, tiba-tiba dengan sebab jem yang teruk di jalanan, anda terlepas dari menyaksikannya. Anda juga tidak pasti bagaimana atau samada anda boleh mendapatkan rancangan ulangannya. Demikian juga anda pasti merasakan sedih kerana rancangan kegemaran anda sudah hampir berakhir. Sedangkan anda masih belum puas menontonnya dan menikmatinya.

Sebagaimana perasaan hiba dua ibubapa yang ingin berpisah dengan anak kesayangannya setelah selesai musim cuti hariraya.

Dan sebagaimana sedinya ibubapa En Jazimin dan isterinya berpisah dengan buah hati mereka Al-Marhumah Nurin Jazlin buat selama-lamanya.

Demikianlah para mukmin soleh dengan Ramadhan, tamatnya siri hebat ramadhan ini amat memilukan bagi mereka yang hatinya bersinar dengan cahaya iman.

RINGKASAN AMALAN DI HARI RAYA

Di hari mulia Syawal ini pula, umat Islam adalah amat digalakkan untuk :-

1) Mandi sunat hari raya sebelum keluar menunaikan solat sunat idil fitri .

Ulama besar Tabien Said Bin Jubayr berkata : "Tiga perkara sunnah di hari raya iaitu antaranya : mandi sunat sebelum keluar solat hari raya".

2) Menjamah makanan sebelum keluar.

Ia berdasarkan hadith dari Anas Bin Malik yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari yang menyebut : "Nabi SAW tidak keluar di pagi hari raya idil fitri sehinggalah Nabi SAW menjamah beberapa biji kurma..."

3) Memperbanyakkan Takbir dan bukan memperbanyakkan menonton TV dan bermain mercun ;

Seharusnya umat Islam jangan terlalu di sibukkan dengan aktiviti persiapan raya sehingga meninggalkan peluang takbir ini. Ini adalah penting bagi syiar Islam selain kalimah Takbir yang dibenci oleh Syaitan. Ad-Dar Qutni melaporkan bahawa apabila Ibn Umar r.a keluar di hari raya Idul Fitri, beliau akan berterusan bertakbir sehinggalah imam keluar untuk mengimamkan solat hari raya.

4) Mengucapkan selamat dan mendoakan antara satu sama lain ;

Tiada masalah untuk menggunakan apa jua kalimah, asalkan ianya mempunyai maksud yang sama. Bagaimanapun, kalimah yang digunakan di zaman baginda SAW adalah "Taqabbalahhu minna wa minkum" ertinya : Semoga Allah menerima amalan ( amalan dan ibadat di Ramadhan) kami dan kamu".

Disebut dalam sebuah riwayat :

قال واثلة لقيت رسول الله يوم عيد فقلت تقبل الله منا ومنك قال نعم تقبل الله منا ومنك

Ertinya : Berkata Wathilah, Aku bertemu Rasulullah s.a.w pada hari raya dan aku katakan pada baginda "taqabballahu minna wa minka", baginda menjawab : Ya, taqabballahu minna wa minka" ( Al-Baihaqi, rujuk perbincangan di Fath Al-Bari, 2/446 )

5) Memakai pakaian terbaik yang ada ;

Walaupun demikian, perlulah mengikut kemampuan dan tiada pembaziran dibenarkan.

Tidak dibenarkan untuk menghina pakaian orang lain yang kurang indah dan mahal (kecuali pakaian seksi dan tidak menutup aurat memang di haramkan di dalam Islam).

6) Menukar jalan ke tempat solat (balik dan pergi) ;

Ia berdasarkan hadith dari Jabir r.a yang menyebut bahawa Nabi SAW biasanya menukar atau berbeza jalan pergi dan pulang apabila di hari raya" (Riwayat Al-Bukhari)

7) Berziarah dan merapatkan hubungan baik sesama Muslim sempena musim cuti yang diperolehi.

RINGKASAN KESILAPAN DI HARI RAYA

Dalam pada masa yang sama, secara amat ringkas saya sertakan beberapa kesilapan kesilapan kerap di musim perayaan :-

1) Sentuhan ; Berjabat tangan di antara lelaki dan wanita secara meluas ketika berziarah rumah jiran dan rakan. Walaupun terdapat perbezaan pendapat para ulama dalam bab ini. Ia lebih baik dijauhi terutama apabila melibatkan pemuda dan pemudi.

2) Aurat & Ipar ; Ipar duai yang tidak menjaga aurat di antara satu sama lain ketika berada di dalam rumah. Seperti adik ipar perempuan tidak menutup aurat di rumah sedangkan abang iparnya berada di rumah. Termasuk juga, tidur secara terbuka di ruang tamu tanpa menutup aurat, sehingga membolehkan abang ipar atau adik ipar lelaki melihat aurat yang terdedah.

3) Wangian Wanita ; Kaum wanita memakai wangian dan solekan ala artis di musim perayaan lalu keluar dari rumah mendedahkan diri mereka kepada lelaki bukan mahram.

4) Pakaian Wanita ; Pakaian yang mendedahkan susuk tubuh dengan sempit dan nipisnya lalu bertandang ke khalayak ramai.

5) Kubur ; Berkumpul beramai-ramai di kubur hingga duduk di atas kubur orang lain dengan alasan untuk membaca Yasin yang agak panjang dan meletihkan jika berdiri. Larangan ini disebut jelas di dalam mazhab Syafie sebagai dihurai oleh Imam Khatib As-Syarbini, malah bersandar kepadanya juga dilarang ( Mughni Al-Muhtaj, 1/354 ; Minhaj at-Tolibin)

6) Meninggalkan solat ; kerana terlalu sibuk beraya di sana sini.

7) Dosa Bertempoh ; Kembali melakukan dosa yang ditinggalkan di bulan Ramadhan. Malah memang sebahagiannya diniatkan untuk disambung selepas Ramadhan. Sebagai contoh, ada yang menangguhkan pergaduhan di Ramadhan, maka syawal bolehlah bergaduh kembali. Syawal dijadikan tempat lambakan maksiat berdating, bersyahwat melalui telefon dan 'chat', berjalan jauh berdua-duaan dengan teman wanita dan lain-lain. Hancurlah seluruh kebaikan yang baru hendak sebati dengan hati, sudah dibuangnya jauh-jauh.

Terlalu banyak lagi senarainya, bagaimanapun cukuplah terlebih dahulu apa yang dicatatkan. Semoga ada manfaat.

Selamat Hari Raya Idil Fitri

"Taqabballahu Minna Wa Minkum Solehal A'Mal"

Sekian dahulu,

Zaharuddin Abd Rahman

http://www.zaharuddin.net/

Ramadan, Aidilfitri didik umat bertakwa

Orang berpuasa lebih sempurna kejayaannya jika dihiasi dengan kesyukuran kepada Tuhan ESOK umat Islam akan melihat anak bulan Syawal 1429 Hijrah (H). Jika melihatnya maka pada Selasa umat Islam akan menyambut hari kemenangan melawan hawa nafsu mereka, Aidilfitri. Jika tidak, maka hari yang diharap-harapkan oleh mereka akan jatuh pada Rabu. Bagaimanapun, dalam kedua-dua senario ini Aidilfitri akan menjelma dan umat Islam akan gembira. Tujuan disyariatkan puasa pada Ramadan adalah agar orang yang melaksanakan ibadat puasa itu akan menjadi orang yang bertakwa seperti tersurat dalam ayat 183 surah al-Baqarah. Dan sifat ketakwaan makro boleh kita dapat pada awal Surah sama iaitu maksudnya: "Iaitu orang yang beriman kepada perkara yang ghaib, dan mendirikan (mengerjakan) sembahyang serta membelanjakan (mendermakan) sebahagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka. Dan juga orang yang beriman kepada Kitab (al-Quran) yang diturunkan kepadamu (wahai Muhammad), dan kitab yang diturunkan terdahulu daripada mu serta mereka yakin akan (adanya) hari akhirat (dengan sepenuhnya). Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang yang berjaya." (Ayat 3-5) Ia bermakna orang yang berpuasa akan menjadi graduan dengan ijazah takwa dan dia termasuk dalam golongan berjaya. Kejayaannya itu akan sempurna jika dihiasi dengan bersyukur kepada yang memberi nikmat untuk melaksanakan puasa sepanjang Ramadan.
Bersyukur menurut Imam Ghazali dalam bukunya Ihya 'Ulumiddin adalah memanfaatkan potensi anugerah Allah berikan untuk melaksanakan amal kebaikan dan mencegah kemungkaran. Ketika anda dalam keadaan sihat badan dan fikiran kemudian anda menggunakannya untuk melaksanakan kebaikan dan mencegah kemungkaran, maka anda menjadi orang yang bersyukur. Ketika anda diberikan rezeki kemudian anda membelanjakannya untuk melaksanakan kebaikan dan mencegah kemungkaran, maka anda menjadi orang bersyukur.
Ketika anda memperoleh ijazah takwa kemudian anda menggunakannya untuk melaksanakan kebaikan dan mencegah kemungkaran, maka anda menjadi orang yang bersyukur. Dalam bertadarus al-Quran tahun ini, penulis terpegun dengan pendedahan ayat sucinya yang mana dalam surah Ghafir atau al-Mukmin bersyukur dikaitkan dengan nikmat, manakala kejadian alam semesta dikaitkan dengan ilmu, alam minda dikaitkan dengan zikir dan keadaan akhirat dikaitkan dengan iman. Ayat itu bermaksud: "Demi sesungguhnya, menciptakan langit dan bumi (dari tiada kepada ada) lebih besar (dan lebih menakjubkan) daripada menciptakan manusia dan menghidupkannya semula (sesudah matinya); akan tetapi kebanyakan manusia (yang mengingkari hari kiamat) tidak mengetahuinya. Dan sememangnya tidaklah sama orang yang buta dan orang yang celik, dan juga tidaklah sama orang-orang yang beriman serta beramal soleh dengan orang yang melakukan kejahatan. (Meskipun hakikat ini jelas nyata, tetapi) sedikit sangat kamu beringat dan insaf. Sesungguhnya hari kiamat tetap akan datang, tidak ada sebarang syak mengenai kedatangannya; akan tetapi kebanyakan manusia tidak beriman (akan hakikat itu)… Allah yang menjadikan malam untuk kamu supaya kamu berehat padanya, dan menjadikan siang terang benderang (supaya kamu berusaha). Sesungguhnya Allah sentiasa melimpah-limpah kurnia-Nya kepada seluruh manusia seluruhnya, akan tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur." (Ayat 57-59, 61)
Bersyukur adalah berterima kasih dan nikmat bererti enak, sedap, lazat, kurnia, anugerah dan sebagainya. Kedua-duanya sama-sama berasal dari bahasa Arab. Syukur nikmat ertinya berterima kasih atas suatu anugerah atau pemberian. Dalam hal ini nikmat datang daripada Allah SWT. Dan nikmat yang paling berharga adalah nikmat iman dan Islam yang mana takwa adalah natijahnya.. Apabila kita perhatikan jenis atau macam nikmat kita boleh mengkategorikannya ke dalam dua jenis iaitu pertama nikmat fizikal atau jasmani yang dirasai oleh tubuh kita seperti nikmat sihat, nikmat makanan dan minuman, dan nikmat bersetubuh. Dan kedua nikmat mental atau rohani yang dirasai oleh roh atau jiwa kita seperti nikmat ilmu pengetahuan, nikmat akal fikiran dan nikmat perasaan. Bagi menzahirkan kesyukuran, kita boleh melakukannya dengan beberapa cara termasuk pertama bersyukur dengan hati dan perasaan seperti menghindari perilaku buruk yang dibenci Allah dan manusia termasuk kikir, fasik, mungkar, keji, dendam, sombong, takbur, munafik dan sebagainya; selalu ingat kepada Allah SWT dan juga mengingat mati dan memiliki perasaan cinta kepada Allah SWT dan Rasul-Nya melebihi apapun juga. Kedua bersyukur dengan mulut dan ucapan seperti terbiasa membaca al-Quran atau tadarus; menyebarkan dan mengajarkan ilmu yang dimiliki; selalu ingat Allah dengan berzikir di manapun dan bila-bila masa dengan mengucapkan tahlil, tahmid, istiqhfar, hauqalah, takbir, ta'awwuz, dan sebagainya dan sentiasa berdoa kepada Allah untuk mendoakan diri sendiri, keluarga, kerabat, musuh dan lain-lain. Ketiga bersyukur dengan amal perbuatan seperti melakukan ibadat solat lima waktu; melaksanakan ibadat puasa wajib dan sunat; melaksanakan semua perintah Allah SWT dan menjauhi semua larangan-Nya dan melaksanakan ibadat zakat serta haji jika mampu dan memenuhi syarat. Keempat, bersyukur dengan harta benda seperti membantu orang yang memerlukan pertolongan kewangan; menabung di bank Islam; membangunkan mushala, masjid, sekolah, jambatan dan sebagainya dan menderma. Jadi, sebagai tanda syukur kita kepada Allah yang menjadikan kita orang yang bertakwa menerusi pensyariatan puasa Ramadan, maka sudah sewajarnya kita memanfaatkan ketakwaan itu untuk mengikhlaskan hidup dan mati kita untuk-Nya. Kita kembalikan rasa syukur kita ini kepada Allah dan jangan kita mencemarinya dengan perbuatan bercanggah dengan sifat syukur kepada-Nya. Kita sebagai orang yang mengaku Tuhan kita adalah Allah, perlulah membezakan diri kita dalam bersyukur dengan sifat seekor anjing. Sebagai contoh, sebuah rumah ada tuan rumah, orang gaji dan seekor anjing. Setiap hari tuan rumah menyuruh orang gaji memberi makan kepada anjing. Sedari itu, setiap kali anjing melihat dan berjumpa orang gaji, pasti akan digoyang-goyangkan kakinya, goyang-goyang ekor menunjukkan tanda suka seekor anjing. Tetapi apabila tuan rumah datang, maka si anjing tadi akan menyalak, sedangkan yang sebenarnya yang memberi makan adalah tuan rumah terbabit. Maka, jika kita tidak bersyukur pada Allah, mungkin boleh disamakan dengan anjing. Jika kita bersyukur di atas ketakwaan yang diberikan kepada kita oleh Allah maka ketakwaan kita akan bertambah sebagaimana tersirat dalam ayat yang bermaksud: "Dan (ingatlah) tatkala Tuhan kamu memberitahu: "Demi sesungguhnya! Jika kamu bersyukur nescaya Aku akan tambahi nikmat-Ku kepadamu." (Surah Ibrahim: 7) Oleh itu, sebagai wujud kesyukuran kita kepada Allah pada Aidilfitri ini dan pada hari berikutnya sampai Ramadan kembali lagi, kita mestilah menjauhi perkara yang membatalkan ketakwaan kita seperti membazirkan harta dan masa, menolak permohonan maaf dan tidak mengendahkan ajaran Islam. Sebaliknya kita mesti membebaskan diri daripada dibelenggu tipu daya syaitan yang terkutuk. Taqabbalallahu ta'atakum! INFO: Cara umat zahir kesyukuran
  • Bersyukur dengan hati dan perasaan seperti menghindari perilaku buruk yang dibenci Allah dan manusia termasuk kikir, fasik, mungkar, keji, dendam, sombong, takbur, munafik dan sebagainya.
  • Bersyukur dengan mulut dan ucapan seperti biasa membaca al-Quran atau tadarus; menyebarkan dan mengajarkan ilmu yang dimiliki.
  • Bersyukur dengan amal perbuatan seperti melakukan ibadat solat lima waktu; melaksanakan ibadat puasa wajib dan sunat; melaksanakan semua perintah Allah SWT dan menjauhi semua larangan-Nya dan melaksanakan ibadat zakat serta haji jika mampu dan memenuhi syarat.
  • Bersyukur dengan harta benda seperti membantu orang yang memerlukan pertolongan kewangan; menabung di bank Islam; membangunkan mushala, masjid, sekolah, jambatan dan sebagainya dan menderma. Jadi, sebagai tanda syukur kita kepada Allah yang menjadikan kita orang yang bertakwa menerusi pensyariatan puasa Ramadan, maka sudah sewajarnya kita memanfaatkan ketakwaan itu untuk mengikhlaskan hidup dan mati kita untuk-Nya. Kita kembalikan rasa syukur kita ini kepada Allah dan jangan kita mencemarinya dengan perbuatan bercanggah dengan sifat syukur kepada-Nya.
  • __._,_

    Oleh: Abdurrahman Haqqi

    .___
    Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...